Rangsangan Puting Susu

Posted: 14th November 2010 by subijakto in Uncategorized

Rangsangan Puting Susu

Categories: Tips Merawat Bayi

Manfaat Rangsangan Puting Susu Sesaat dan Setelah Proses Persalinan

Merangsang persalinan sangat perlu dilakukan, terutama bagi mereka yang akan melahirkan secara normal.

Perangsangan persalinan ini perlu dilakukan untuk membantuk pembukaan saat akan melaksanakan persalinan alami.

Jika pembukaan belum genap sepuluh, persalinan sepenuhnya belum bisa dilakukan sebab dikhawatirkan proses persalinan tidak bisa berjalan maksimal.

Ada banyak cara untuk melakukan rangsangan untuk persalinan, salah satunya adalah dengan metode stimulasi puting susu, yaitu perangsangan dengan cara memilin-milin puting susu ibu sesaat menjelang proses persalinan.

Hal ini dilakukan untuk merangsang keluarnya hormon “cinta” (sebab hormon ini banyak diproduksi pada saat pasangan suami istri melakukan aktivitas seksual).

Hormon tersebut sangat berguna pada waktu proses melahirkan maupun setelah proses persalinan terjadi. Dengan keluarnya hormon tersebut, ibu atau wanita yang sedang melahirkan akan merasa sangat terbantu sebab hormon tersebut membantu proses persalinan menjadi lancar.

Namun, rangsangan pada puting susu ini tidak boleh dilakukan pada saat terjadi kontraksi. Selain itu, yang melakukan rangsangan ini pun harus orang lain, bukan tangan sendiri.

Rangsangan terhadap puting susu ini juga akan sangat bermanfaat sekali pada pascamelahirkan sebab hormon yang diproduksi dari memilin-milin puting susu ibu akan membantu mengecilkan rahim ibu pasca melahirkan.

Setelah bayi lahir, rangsangan terhadap puting susu tidak harus dilakukan oleh tangan, tetapi oleh bayi yang sedang menyusui.

Sebab aktivitas bayi yang sedang menyusu bukan hanya sekadar menyedot dan menghisap puting payudara sang ibu, tetapi juga menyentuh bagian lingkaran hitam di daerah sekitar puting susu ibu.

Agaknya inilah salah satu manfaat yang diperoleh dari pemberian ASI eksklusif selama dua tahun sebab dibalik itu semua ada proses penyembuhan. Selain rahim ibu bisa kembali mengecil pascamelahirkan, ibu tidak akan menderita perdarahan.

Oleh karena itu, sebenarnya tidak ada alasan bagi seorang ibu untuk tidak mau menyusui anaknya dengan alasan takut payudara mengendur atau keriput sebab ternyata setelah memberikan ASI setelah proses persalinan berlangsung ada banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari aktivitas tersebut, salah satunya seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Kembali sebuah judul postingan yang kalau nggak dibaca isinya horor banget kesannya. Tulisan ini teinspirasi dari pasien yang hamilnya sudah lewat dari hari perkiraan lahir. Saat dilakukan KTG, dilakukan juga niple stimulation.Untuk melihat apakah rahimnya sudah sensi serta kemampuan bayi menahan gempuran kontraksi persalinan.

Saat dilakukan niple stimulation tersebut ternyata kontraksinya timbul, kemudian hilang. Maka selanjutnya pada pasien tersebut disuruh melakukannya sendiri dirumah. Besoknya pasien datang kembali dalam keadaan inpartu (akan bersalin), dan persalinannya berlangsung normal.

Niple stimulation sebetulnya merupakan cara induksi (merangsang) persalinan secara alami. Tehnik ini juga bisa mempercepat/memperkuat kontraksi yang sudah ada (akselerasi/augmentasi persalinan). Saat dilakukan niple stimulation, akan keluar hormon yang namanya Oksitosin, yaitu suatu hormon yang menyebabkan kontraksi rahim, yg dilepaskan oleh tubuh saat payudara dirangsang, Nama lain dari hormon ini adalah LOVE HORMONE, karena hormon ini jelas saja akan banyak keluar saat ML.

Setelah bayi lahir, lepasnya oksitosin sangat berguna untuk pengeluaran plasenta dan mencegah perdarahan paska peersalinan. Disinilah letak rahasianya IMD (inisiasi menyusui dini). Saat nifas hormon ini akan terus keluar dengan rangsangan isapan bayi (atau bapaknya he he he), yang berguna untuk mengecilkan rahim ke ukuran awal sebelum hamil yang dikenal dengan istilah involusi rahim. Jika proses involusi tidak sempurna, maka akan terjadi perdarahan paska melahirkan (hemorrhagia post partum=HPP), suatu kondisi yang sangat berbahaya (life threatening)

Nipple stimulation dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
* Breast pump (pompa payudara)
* Tangan (terutama tangan orang lain/partner jauh lebih baik ketimbang tangan sendiri)
* Dengan mulut (bayi atau partner)
* Shower hangat yang “ditembakkan” ke arah payudara (hati2 yg hamil muda saat mandi dg shower)

Agar oksitosin bisa keluar, maka rangsangan yang dilakukan harus menyerupai isapan bayi. Saat bayi mengisap puting (suckling), bayi tidak hanya menyedot puting, melainkan “ngemut” daerah hitam (yang masih gadis bisa aja warnanya pink hi hi) berbentuk lingkaran disekeliling puting yang disebut areola. Emutan ini lebih mirip suatu gerakan massage.

Nipple stimulation bisa memberikan efek yang kuat, mirip seperti oksitosin buatan (sintetis) yang sering dipakai saat induksi persainan. Karena itu tidak boleh sembarangan rangsang-merangsangnya, terutama buat merangsang persalinan.

Berikut rekomendasi pelaksanaan rangsang-merangsangnya :
* Jangan sekaligus dua payudara yang dirangsang (Only one at a time)
* Rangsang hanya 5 menit, kemudian tunggu 15 menit untuk melihat reaksinya, sebelum melanjutkan lagi.
* Jangan merangsang payudara saat rahim sedang kontraksi.
* Jangan rangsang jika kontraksi sudah tiap 3 menit atau lama kontraksi (durasi) sudah mencapai 1 menit.

Namun demikian walaupun ini cara yang alami, tetap konsultasikan dengan spog masing2. Karena tidak semua kehamilan bisa dilakukan rangsangan alami seperti ini. Yang pasti kehamilannya harus memenuhi syarat untuk dilahirkan normal (pervaginam). Jika tidak memenuhi syarat (misalnya panggul sempit, anak besar, posisi bayi melintang, ari2 menutupi jalan lahir dll) maka tidak boleh dilakukan rangsangan.

Ibu2 yang pernah memakai metode ini mengatakan metode yang paling mudah dan nyaman adalah dengan mempergunakan breast pump. Dianjurkan juga mempergunakan lubrikan (pelincir) agar payudaranya nggak lecet, bagi yang merangsangnya mempergunakan tangan. Selamat rangsang – merangsang….

SILAKAN DI SHARING VIA FACEBOOK (KLIK IKON F Share), TWITTER (IKON RETWEET) DAN GOOGLE BUZZ (ICON BUZZ IT) JIKA MENURUT KAMU POST INI AKAN BERMANFAAT JUGA BAGI ORANG LAIN. TERIMA KASIH SEBELUMNYA.

Share

Read more: http://www.drdidispog.com/2009/04/rangsangan-payudara-niple-stimulation.html#ixzz14spXM2ux

Rangsang Puting Susu Bantu Kelahiran

Diskusi antar anggota

Forum ini juga mencakup hampir semua arsip Apakabar sejak tahun 2002

Post a reply

Top of Form

Bottom of Form

5 posts • Page 1 of 1

Rangsang Puting Susu Bantu Kelahiran

by sidic at … » Sat Jun 12, 2004 2:39 pm

http://www.padangekspres.com

* Djusar Sulin, Jadi Guru Besar Fakultas Kedoktera Unand
By padangekspres
Sabtu, 12-Juni-2004, 04:50:19 WIB50 klik

Padang, Padek—Walau teknologi sudah semakin maju,
peralatan kedokteran kian canggih tapi cara-cara
konvensional masih dibutuhkan dan tingkat
keberhasilannya pun cukup tinggi.

Seperti proses kelahiran yang menggunakan teknologi maju dalam
operasi cesar, namun siapa sangka ternyata rangsangan yang
diberikan pada Papillia Mammae (PM) atau puting susu bisa
membantu proses kelahiran tersebut. Kenyataan itu membuat
“kaget” audiens yang hadir pada acara pengukuhan Prof dr H
Djusar Sulin SpOG (K) sebagai Guru Besar Tetap Obstetri dan
Ginekologi FK Unand, Jum’at (11/6).

Selengkapnya http://www.padangekspres.com

sidic at …

Top


Rangsang Puting Susu Bantu Kelahiran

by bhjo at … » Sun Jun 13, 2004 5:13 pm

— In apakabar@yahoogroups.com, “Singgih Cahyono” <sidic@h…>
wrote:
> http://www.padangekspres.com
>
> * Djusar Sulin, Jadi Guru Besar Fakultas Kedoktera Unand
> By padangekspres
> Sabtu, 12-Juni-2004, 04:50:19 WIB50 klik
>
>
> Padang, Padek—Walau teknologi sudah semakin maju,
> peralatan kedokteran kian canggih tapi cara-cara
> konvensional masih dibutuhkan dan tingkat
> keberhasilannya pun cukup tinggi.
>
>
> Seperti proses kelahiran yang menggunakan teknologi maju dalam
> operasi cesar, namun siapa sangka ternyata rangsangan yang
> diberikan pada Papillia Mammae (PM) atau puting susu bisa
> membantu proses kelahiran tersebut. Kenyataan itu membuat
> “kaget” audiens yang hadir pada acara pengukuhan Prof dr H
> Djusar Sulin SpOG (K) sebagai Guru Besar Tetap Obstetri dan
> Ginekologi FK Unand, Jum’at (11/6).
>

Pengetahuan bahwa rangsangan dari PM akan/bisa menyebabkan produksi
hormon Oxytocin dari bagian dari otak, yg. kemudian masuk kedalam
aliran darah dan selanjutnya bisa merangsang otot2 dari rahim, sudah
diketahui “lama sekali”. Malahan waktu saya masih menjadi mahasiswa
kedokteran di Eropa 30 tahun yg. lalu, pengetahuan ini sudah
diajarkan kepada kami.

Jadi saya agak heran mengapa “audiens” kaget mendengar pengetahuan
tsb. diatas. Padahal biasanya pada acara pengukuhan Guru Besar yg.
hadir adalah kaum akademisi dari fakultas kedokteran. Apakah yg.
hadir adalah kebanyakan bukan dari kaum akademisi dari FK??? Atau
kaum akademisinya belum pernah mendengar pengetahuan/fakta tsb.
diatas? Masak fakta yg. sudah lama diketahui secara umum (bukan
hasil asli dari riset) dibuat sebagai topic dari ceramah utk.
pengukuhan Guru Besar?

Pengetahuan spt. tsb. diatas, yg. lebih terperinci bisa dilihat
dibawah ini, yg. dikarang oleh seorang perawat di US:

http://my.webmd.com/hw/being_pregnant/aa77493.asp

BH Jo

bhjo at …

Top


Rangsang Puting Susu Bantu Kelahiran

by sohib003 at … » Mon Jun 14, 2004 7:14 am

From:  “bhjo” <bhjo@y…>
>Jadi saya agak heran mengapa “audiens” kaget mendengar pengetahuan
tsb. diatas. Padahal biasanya pada acara pengukuhan Guru Besar yg.
hadir adalah kaum akademisi dari fakultas kedokteran. Apakah yg.
hadir adalah kebanyakan bukan dari kaum akademisi dari FK???

yg biasa hadir undangan dari luar dan dari kalangan akademi sendiri.

>Atau kaum akademisinya belum pernah mendengar pengetahuan/fakta tsb.
diatas?

yg kaget bisa undangan, bisa kaum akademi.
kaget bukan hanya karena tidak tahu,  bisa juga kaget membayangkan bagaimana aplikasi tsb dalam prakteknya.
apakah dalam proses persalinan  sang suami harus sepanjang hari ngemot puting isterinya supaya persalinannya lancar.  atau kalau suami lagi berhalangan siapa yg ngemot puting tsb.apa bisa diwakilkanke dokter.
nah, aplikasi tsb bisa bikin kaget, umpama suami kagak tahu topik tsb,  tiba2 lihat sang dokter lagi ngemot puting isterinya.

>Masak fakta yg. sudah lama diketahui secara umum (bukan
hasil asli dari riset) dibuat sebagai topic dari ceramah utk.
pengukuhan Guru Besar?

topik suatu disertasi atau thesis nggak selalu yg baru saja.
bisa saja topik lama hanya dari segi yg berbeda.
umpama treatment malaria , itu topik lama tetapi bisa menjadi topik dari segi yg lain dan updated.
umpama ngemot puting susu pakai alat dll.

sohib spn
spesialis ngemot

———
Pengetahuan spt. tsb. diatas, yg. lebih terperinci bisa dilihat
dibawah ini, yg. dikarang oleh seorang perawat di US:

http://my.webmd.com/hw/being_pregnant/aa77493.asp

BH Jo

sohib003 at …

Top


Rangsang Puting Susu Bantu Kelahiran

by marno at … » Mon Jun 14, 2004 7:20 am

Barangkali metoda yang dikembangkannya berbeda pak, hanya saja namanya
sama. Kadang untuk memberi nama sebuah metoda baru untuk objek yang agak
mirip terlalu sulit, sehingga yang muncul nama yang mirip

Wass,
Marno

On Sun, 13 Jun 2004, bhjo wrote:
>
> Pengetahuan bahwa rangsangan dari PM akan/bisa menyebabkan produksi
> hormon Oxytocin dari bagian dari otak, yg. kemudian masuk kedalam
> aliran darah dan selanjutnya bisa merangsang otot2 dari rahim, sudah
> diketahui “lama sekali”. Malahan waktu saya masih menjadi mahasiswa
> kedokteran di Eropa 30 tahun yg. lalu, pengetahuan ini sudah
> diajarkan kepada kami.

marno at …

Top


Rangsang Puting Susu Bantu Kelahiran

by marno at … » Mon Jun 14, 2004 5:52 pm

On Mon, 14 Jun 2004, sohib wrote:
> yg kaget bisa undangan, bisa kaum akademi. kaget bukan hanya karena
> tidak tahu, bisa juga kaget membayangkan bagaimana aplikasi tsb dalam
> prakteknya. apakah dalam proses persalinan sang suami harus sepanjang
> hari ngemot puting isterinya supaya persalinannya lancar. atau kalau
> suami lagi berhalangan siapa yg ngemot puting tsb.apa bisa diwakilkan
> ke dokter. nah, aplikasi tsb bisa bikin kaget, umpama suami kagak
> tahu topik tsb, tiba2 lihat sang dokter lagi ngemot puting isterinya.

betul juga ya pemikiran anda ini, suami tidak selau bisa hadir walaupun
dia selalu berusaha hadir. Bagaimana kalau dia ditugaskan oleh capres
untuk keluar kota, lha yang harus ngemot itu siapa, masak sih diwakili
capres

> topik suatu disertasi atau thesis nggak selalu yg baru saja. bisa
> saja topik lama hanya dari segi yg berbeda. umpama treatment malaria ,
> itu topik lama tetapi bisa menjadi topik dari segi yg lain dan
> updated. umpama ngemot puting susu pakai alat dll.

saya setuju dengan pendapat anda, seperti topik hama serangga pertanian
bisa tak habis habis untuk diteliti, sebab orang harus berlomba dengan
kemunculan generasi resisten dari serangga tersebut kabarnya. Begitu pak
tani ganti obat hamanya, memang seperti hama itu hilang, namun beberapa
tahun kemudian muncul lagi .

> sohib spn
> spesialis ngemot

Wassalam,
Marno
“sedang belajar ngemot…..permen lho ”

marno at …

Obstetri Ginekologi

About

Hello. My name is Bambang Widjanarko. I have a weblog. You are looking at it. Isn’t it cool? There’s a weblog behind every cool kid. Really.

Archives

Blogroll

Kamis, 30 Juli 2009

MASA NIFAS

dr.Bambang Widjanarko, SpOG

Fakultas Kedokteran & Kesehatan

Universitas Muhammadiyah Jakarta

PENDAHULUAN

Puerperium (masa nifas) atau periode pasca persalinan umumnya berlangsung selama 6 – 12 minggu.

Puerperium adalah periode pemulihan dari perubahan anatomis dan fisiologis yang terjadi selama kehamilan.

Puerperium dapat dibagi menjadi :

  • Periode pasca persalinan : 24 jam pasca persalinan.
  • Periode puerperium dini : minggu pertama pasca persalinan.
  • Periode puerperium lanjut : sampai 6 minggu pasca persalinan.

PERUBAHAN FISIOLOGI dan ANATOMI

Perubahan endokrin yang terjadi selama kehamilan akan terjadi secara cepat Hpl- human Placental Lactogen serum tidak terdeteksi dalam waktu 2 hari dan hCG- Human Chorionic Gonadotropin tidak terdeteksi dalam waktu 10 hari pasca persalinan.

Kadar estrogen dan progesteron serum menurun sejak 3 hari pasca persalinan dan mencapai nilai pra-kehamilan pada hari ke 7. Nilai tersebut akan menetap bila pasien memberikan ASI ; bila tidak memberikan ASI estradiol akan mulai meningkat dan menyebabkan pertumbuhan folikel.

Pada pasien yang memberikan ASI, kadar human Prolactin-hPr akan meningkat.

Sistem kardiovaskular akan kembali pada nilai sebelum kehamilan dalam waktu 2 minggu pasca persalinan.

Pada 24 jam pertama terjadi “hypervolemic state” akibat adanya pergeseran cairan ekstravaskular kedalam ruang intravaskular. Volume darah dan plasma normal kembali pada minggu kedua.

Sampai pada 10 hari pertama pasca persalinan, peningkatan faktor pembekuan dalam kehamilan akan menetap dan diimbangi dengan kenaikan aktivitas fibrinolisis.

PERUBAHAN MORFOLOGIS PADA TRAKTUS GENITALIA

Dinding vagina edematous, kebiruan serta kendor dan tonus kembali kearah normal setelah 1 – 2 minggu.

Pada akhir kala III, besar uterus setara dengan ukuran kehamilan 20 minggu dengan berat 1000 gram. Pada akhir minggu pertama berat uterus mencapai 500 gram.

Pada hari ke 12, uterus sudah tidak dapat diraba melalui palpasi abdomen.

Perubahan involusi tinggi fundus uteri dan ukuran uterus selama 10 hari pasca persalinan

“placental site” mengecil dan dalam waktu 10 hari diameternya kira-kira 2.5 cm.

Lochia yang terjadi sampai 3 – 4 hari pasca persalinan terdiri dari darah, sisa trofoblas dan desidua coklat kemerahan yang disebut lochia rubra.

Selanjutnya berubah menjadi lochia serosa yang seromukopurulen dan berbau khas.

Selama minggu II dan III, lochia menjadi kental dan putih kekuningan yang disebut lochia alba terdiri dari leukosit dan sel desidua yang mengalami degenerasi. Setelah minggu 5 – 6, sekresi lochia menghilang yang menunjukkan bahwa proses penyembuhan endometrium sudah hampir sempurna.

PRINSIP PENATALAKSANAAN PUERPERIUM

Pasca persalinan, bila pasien menghendaki maka diperkenankan untuk berjalan-jalan, pergi ke kamar mandi bila perlu dan istirahat kembali bila merasa lelah.

Sebagian besar pasien menghendaki untuk beristirahat total ditempat tidur selama 24 jam terutama bila dia juga mengalami cedera perineum yang luas.

Fungsi perawatan medis adalah:

  1. Memberikan fasilitas agar proses penyembuhan fisik dan psikis berlangsung dengan normal.
  2. Mengamati jalannya proses involus uterus.
  3. Membantu ibu untuk dapat memberikan ASI.
  4. Membantu dan memberi petunjuk kepada ibu dalam merawat neonatus.

Tak ada waktu yang baku mengenai lama perawatan pasca persalinan, diperkirakan bahwa semakin lama tinggal di rumah sakit, proses laktasi menjadi semakin baik.

PERAWATAN PUERPERIUM DI RUMAH SAKIT

Ambulasi dini membuat perawatan nifas menjadi lebih sederhana.

Pemeriksaan meliputi :

  • Pemeriksaan tekanan darah, nadi dan pernafasan secara teratur.
  • Inspeksi perineum setiap hari untuk melihat proses penyembuhan.
  • Pada pasien dengan cedera perineum luas perlu diberikan analgesik.
  • Penilaian jumlah dan sifat lochia.
  • Penilaian proses involusi dengan menentukan tinggi fundus uteri.
  • Analgesik mungkin juga diperlukan bila ada keluhan nyeri akibat kontraksi uterus terutama saat laktasi.

MASALAH TRAKTUS URINARIUS

24 jam pasca persalinan, pasien umumnya menderita keluhan miksi akibat depresi pada reflek aktivitas detrussor yang disebabkan oleh tekanan dasar vesika urinaria saat persalinan.

Keluhan ini bertambah hebat oleh karena adanya fase diuresis pasca persalinan, bila perlu retensio urine dapat diatasi dengan melakukan kateterisasi.

Rortveit dkk (2003) menyatakan bahwa resiko inkontinensia urine pada pasien dengan persalinan pervaginam sekitar 70% lebih tinggi dibandingkan resiko serupa pada persalinan dengan Sectio Caesar.

10% pasien pasca persalinan menderita inkontinensia (biasanya stress inkontinensia) yang kadang-kadang menetap sampai beberapa minggu pasca persalinan. Untuk mempercepat penyembuhan keadaan ini dapat dilakukan latihan pada otot dasar panggul.

Retensio Urine

  • Sensasi dan kemampuan pengosongan kandung kemih terganggu akibat anaestesi atau analgesi.
  • Ching-chung dkk (2002) : angka kejadian retensio urine pasca persalinan 4%
  • Bila wanita pasca persalinan tidak dapat berkemih dalam waktu 4 jam pasca persalinan mungkin ada masalah dan sebaiknya segera dipasang dauer catheter selama 24 jam
  • Bila kemudian keluhan tak dapat berkemih dalam waktu 4 jam, lakukan kateterisasi dan bila jumlah residu > 200 ml maka nampaknya ada gangguan proses urinasinya. Maka kateter tetap terpasang dan dibuka 4jam kemudian , bila volume urine < 200 ml – kateter dibuka dan pasien diharapkan dapat berkemih seperti biasa

Retensio urine kemungkinan oleh karena hematoma atau edema daerah sekitar urtehra sehingga terapi meliputi : antibiotika dan obat anti inflamasi,

MASALAH PENCERNAAN

Sejumlah pasien pasca persalinan mengeluh konstipasi yang biasanya tidak memerlukan intervensi medis. Bila perlu dapat diberi obat pencahar supositoria ringan (dulcolax).

Haemorrhoid yang diderita selama kehamilan akan menyebabkan rasa sakit pasca persalinan dan keadaan ini memerlukan intervensi medis.

NYERI PUNGGUNG

Nyeri punggung sering dirasakan pada trimester ketiga dan menetap setelah persalinan dan pada masa nifas.

Kejadian ini terjadi pada 25% wanita dalam masa puerperium namun keluhan ini dirasakan oleh 50% dari mereka sejak sebelum kehamilan.

Keluhan ini menjadi semakin hebat bila mereka harus merawat anaknya sendiri.

KONTRASEPSI dan STERILISASI

Masa puerperium dini adalah saat terbaik untuk membahas mengenai kontrasepsi.

Masa infertilitas anovulatoar hanya berlangsung selama 5 minggu pada pasien yang tidak memberikan ASI dan 8 minggu pada yang memberikan ASI secara penuh.

Tubektomi dikerjakan saat SC atau maksimum 24 – 48 jam pasca persalinan normal.

Beberapa pasangan menghendaki agar tubektomi dilakukan 6 – 8 minggu pasca persalinan untuk memberikan kesempatan bagi kesehatan anak dan memahami sepenuhnya arti sterilisasi permanen bagi keluarganya.

Kontrasepsi alamiah dimulai segera setelah pasien mendapatkan haid. Perlindungan kontrasepsi alamiah pada pemberi ASI sekitar 98% sampai selama 6 bulan.

Pada pasien non laktasi, pemberian kontrasepsi oral kombinasi ( sediaan kombinasi estrogen < 35 µg dan progestin ) diberikan paling cepat 2 – 3 minggu pasca persalinan, jangan melakukan pemberian yang terlalu dini oleh karena pasien masih dalam “hypercoagulable state”

Pada pasien laktasi dapat diberikan kontrasepsi oral yang hanya mengandung progestin (norethindrone 0.35 mg) atau injeksi Depo-Provera® 150 mg setiap 3 bulan agar tidak terjadi penekanan proses laktasi.

Implan Levonorgestrel dapat diberikan setelah laktasi berlangsung dengan lancar (segera atau 6 minggu pasca persalinan), keberatan penggunaan metode ini adalah: perdarahan iregular, mahal dan kesulitan dalam pemasangan atau pengeluaran.

IUD ( copper containing T Cu Ag® , Paraguard t 380A® , Progesterone-releasing Progestasert ®, levonorgestrel-releasing Mirena ® ) sangat efektif dalam pencegahan kehamilan dan sebaiknya dipasang pada kunjungan post partum pertama atau segera setelah persalinan (kejadian ekspulsi sangat tinggi)

Jenis kontrasepsi bagi ibu pada masa laktasi

  1. Kontrasepsi oral jenis ‘Progestine–only’ 2 – 3 minggu pasca persalinan
  2. Depo Provera® 6 minggu pasca persalinan
  3. Implan hormon 6 minggu pasca persalinan
  4. Kontrasepsi oral kombinasi diberikan 6 minggu pasca persalinan dan hanya bila ASI sudah berlangsung dengan baik dan status gizi anak harus diawasi dengan baik

PEMERIKSAAN PASCA PERSALINAN

Kunjungan pasca persalinan pertama (4 – 6 minggu)

  1. Anamnesa mengenai perdarahan pervaginam.
  2. Tekanan darah dan berat badan.
  3. Darah lengkap.
  4. Pemeriksaan payudara:
    1. Pemakaian BH yang sesuai atau memadai.
    2. Kelainan puting dan masalah laktasi.
  5. Pemeriksaan vagina, kondisi hipoestrogen yang menyebabkan kekeringan epitel vagina diatasi dengan pemberian krim estrogen menjelang tidur malam.
  6. Inspeksi servik [ bila perlu dilakukan hapusan papaniculoau].
  7. Pemeriksaan luka perineum.
  8. Pemeriksaan bimanual pada uterus dan adneksa.
  9. Konsultasi mengenai: pekerjaan profesional rutin, metode kontrasepsi, dan perencanaan kesejahteraan dalam keluarga.

LAKTASI dan PEMBERIAN ASI

Selama kehamilan terjadi perkembangan pada payudara. Estrogen menyebabkan bertambahnya ukuran dan jumlah duktus. Progesteron menyebabkan peningkatan jumlah alveolus.

hPL merangsang perkembangan alveolar dan diperkirakan terlibat dalam sintesa casein, lactalbumin dan lactoglobulin dalam sel alveolus.

Proses laktasi selama kehamilan tidak terjadi meskipun hPr meningkat selama kehamilan oleh karena kadar estrogen yang tinggi menyebabkan adanya penguasaan terhadap “binding site” pada alveolus sehingga aktivitas laktogenik dari hPr terhalang.

Pada akhir kehamilan, terjadi sekresi cairan jernih kekuningan yang disebut kolustrum yang mengandung imunoglobulin, produksi kolustrum terus meningkat pasca persalinan dan digantikan dengan produksi ASI.

Kadar estrogen menurun dengan cepat 48 jam pasca persalinan sehingga memungkinkan berlangsungnya aktivitas hPr terhadap sel alveolus untuk inisiasi dan mempertahankan proses laktasi.

Proses laktasi semakin meningkat dengan isapan pada payudara secara dini dan sering oleh karena secara reflektoar, isapan tersebut akan semakin meningkatkan kadar hPr

Emosi negatif [kecemasan ibu bila ASI tak dapat keluar] menyebabkan penurunan sekresi prolaktin melalui proses pelepasan prolactine-inhibiting factor (dopamin) dari hipotalamus.

Pada hari ke 2 dan ke 3 pasca persalinan, hPr merangsang alveolus untuk menghasilkan ASI. Pada awalnya, ASI menyebabkan distensi alveolus dan ductus kecil sehingga payudara menjadi tegang.

Reflek Prolaktin

REFLEK EJEKSI ASI

Sel mioepitelial sekitar villi yang sebagian berisi ASI

Keluarnya ASI terjadi akibat kontraksi sel mioepitelial dari alveolus dan ductuli (gambar atas) yang berlangsung akibat adanya reflek ejeksi ASI ( let-down reflex ).

Reflek ejeksi ASI

Reflek ejeksi ASI diawali hisapan oleh bayi → hipotalamus → hipofisis mengeluarkan oksitosin kedalam sirkulasi darah ibu ( gambar atas)

Oksitosin menyebabkan terjadinya kontraksi sel mioepitelial dan ASI disalurkan kedalam alveoli dan ductuli → ductus yang lebih besar → penampungan subareolar.

Oksitosin mencegah keluarnya dopamin dari hipotalamus sehingga produksi ASI dapat berlanjut.

Emosi negatif dan faktor fisik dapat mengurangi reflek ejeksi ASI, tugas perawatan pasca persalinan antara lain meliputi usaha untuk meningkatkan keyakinan seorang ibu bahwa dia mampu untuk memberikan ASI kepada bayinya.

Pernyataan bersama antara WHO dan UNICEF yang dipublikaskan tahun 1989 dibawah memperlihatkan dukungan apa yang diperlukan bagi keberhasilan laktasi.

TEN STEPS TO SUCCESFUL BREASTFEEDING

KEBUTUHAN NUTRISI SELAMA LAKTASI

Energi laktasi perhari ± 2095 kJ, kebutuhan energi umumnya dapat terpenuhi dari cadangan lemak ibu.

Bila terdapat kcemasan pada ibu mengenai hal tersebut, dapat disarankan baginya untuk menambahkan asupan nutrisi secukupnya.

MEMPERTAHANKAN PROSES LAKTASI

Cara paling efektif dalam mempertahankan proses laktasi adalah isapan bayi yang reguler sehingga reflek prolaktin dan reflek ejeksi ASI dapat terus terjadi dan distensi alveolus dapat dicegah.

Distensi alveolus menyebabkan sekresi ASI alveolus menjadi tidak efisien dan rasa sakit pada payudara menyebabkan ibu enggan untuk menyusui bayinya.

Dengan demikian pencegahan reflek yang menghambat pengeluaran dopamin dari hipotalamus menghilang dan aktivitas alveolar menjadi berkurang pula.

KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI

Keberhasilan proses laktasi memerlukan beberapa hal :

  1. Terjadi sekresi ASI dalam alveolus.
  2. Reflek ejesi ASI efisien.
  3. Ibu memiliki motivasi untuk memberikan ASI.

Seperti terlihat dalam “ Ten Steps to Succesful Breastfeeding” “ maka keberhasilan laktasi akan terjadi bila :

  1. Bayi diberikan pada ibu untuk menyusui sedini mungkin dan Rooming-in.
  2. Bayi diperkenankan untuk menyusui sesering mungkin.
  3. Setelah ASI keluar, bayi mengisap ASI dengan frekuensi sesuai kebutuhannya termasuk di malam hari sekalipun.
  4. Bayi tidak diberi air atau glukosa tanpa persetujuan dokter atau orang tuanya
  5. Staf perawatan wajib membantu ibu untuk mendapatkan keberhasilan dalam proses laktasi.

TEHNIK MENYUSUI

Ibu perlu memperoleh petunjuk bagaimana mempertemukan mulut bayi dengan puting susu agar bayi membuka mulut dan mencari lokasi puting susu.

Posisi ideal puting susu dalam mulut bayi

(a) dan (b) puting susu dikulum bayi dan

(c) puting berada tempat yang benar dalam mulut bayi

Ibu kemudian menahan payudara dengan puting susu diantara jari telunjuk dan jari tengahnya sehingga puting menonjol dan bayi dapat menempatkan gusinya pada areola mammae dan bukan pada puting susu (gambar atas) . Cara ini memungkinkan bayi bernafas saat menyusu. (2 buah gambar di bawah)

Tehnik memberikan ASi

Melepaskan puting dari hisapan bayi

Pada gambar diatas terlihat bagaimana cara ibu melepaskan puting dari mulut bayi tanpa menimbulkan rasa sakit. Cara melepaskan dari isapan tersebut adalah dengan meletakkan jari kelingking kesudut mulut bayi untuk menghentikan isapan sebelum melepaskan mulut bayi dari puting susu.

Sebagian kecil bayi membutuhkan tambahan cairan selain ASI pada 4 hari pertama, bila bayi terlihat mengalami dehidrasi, dapat diberikan air dengan sendok setelah pemberian ASI. Pemberian dengan botol susu harus dihindarkan karena proses pembelajaran bayi untuk menyusu akan terhenti.

OBAT YANG TIDAK BOLEH DIBERIKAN PADA IBU LAKTASI

Tabel 1 Obat yang menimbulkan efek bermakna pada masa laktasi

Jenis Obat Efek samping
Acebutolol Hipotensi, bradikardia, takipnea
5-Amonosalicylic acid Diarrhoea
Aspirin (salicylate) Acidosis Metabolic
Atenolol Sianosis, bradikardia
Bromocripitine Supresi laktasi.
Clemastine Drowsiness, iritabel, menolak pemberian ASI ,menjerit, kaku kuduk
Ergotamine Muntah, diarrhoea, kejang
Lithium A third to half therapeutic blood concentration in infatnts
Phenindione Anticoagulant-increased prothromnine and partial thromboplastine time in one infant – not used in United States
Phenobarbital Sedation: infantile spasmes after ewaning from milk containing phenobarbital; methemoglobinemia (one case)
Primidone Sedasi, masalah nutrisi
Sulfasalazine Diarea berdarah

Dari : American Academy of Pediatrics and The American College of Obstetrics and Gynecologists, 2002

MENCEGAH dan MENEKAN LAKTASI

Cara sederhana untuk menghentikan laktasi adalah dengan menghentikan laktasi dan menghindari rangsangan pada puting susu.

Meskipun terasa sakit, penumpukan air susu dalam sistem saluran akan dapat menekan produksi ASI dan terjadi reabsorbsi pada ASI.

Untuk mengurangi rasa sakit dapat diberikan analgesik.

Penekanan produksi ASI secara medis dengan estrogen atau bromokriptin tidak dianjurkan.

MASALAH PSIKOLOGI PADA MASA NIFAS

Keberadaan bayi tidak jarang justru menimbulkan “stress” bagi beberapa ibu yang baru melahirkan.

Ibu merasa bertanggung jawab untuk merawat bayi, melanjutkan mengurus suami, setiap malam merasa terganggu dan sering merasakan adanya ketidak mampuan dalam mengatasi semua beban tersebut.

Banyak wanita pasca persalinan menjadi sedih dan emosional secara temporer antara hari 3 – 5 (third day blues) dan kira-kira 10% diantaranya akan mengalami depresi hebat.

“Third Day Blues”

Etiologi tak jelas, diperkirakan karena gangguan keseimbangan hormonal, reaksi eksitasi akibat persalinan dan perasaan tak mampu untuk menjadi seorang ibu.

“Third days blues” dapat berupa :

  • Lanjutan rasa cemas saat kehamilan dan proses persalinan
  • Rasa tak nyaman pada masa nifas dan tak mampu menjadi orangtua.
  • Ketidakmampuan untuk melakukan sesuatu yang baik dan berguna
  • Rasa lelah pasca persalinan dan kurang tidur /istirahat
  • Penurunan gairah seksual atau tidak lagi menarik seperti waktu masih gadis
  • Labilitas emosional.
  • Depresi berat sampai beberapa minggu-bulan.

Penatalaksanaan : terapi medis, diskusi dengan paramedis, penjelaskan mengenai apa yang terjadi dan bila pasien menghendaki maka kunjungan keluarga dibatasi.

Terdapat bukti yang menunjukkan bahwa rooming-in dapat mengurangi kejadian “third days blues”

Seksualitas Pasca Persalinan

  • Setelah persalinan, waktu serta perhatian ibu banyak tersita untuk mengurus bayinya.
  • Bila terdapat cedera perineum akibat persalinan, maka vagina dan perineum akan mengalami ketegangan selama beberapa minggu.
  • Gairah seksual seringkali mengalami penurunan.
  • Pada beberapa ibu yang memberikan ASI dapat terjadi penurunan libido dan menderita kekeringan pada vagina.
  • Hubungan seksual bukan merupakan satu-satunya cara untuk memperoleh kenikmatan seksual dan wanita tersebut masih dapat menerima rangsangan seksual dalam bentuk sentuhan atau rangsangan lain yang tak jarang berlanjut dengan hubungan seksual intercourse dan dapat menyebabkan terjadinya orgasmus pada wanita.
  • Konsultasi dan advis dari dokter kadang diperlukan bila terdapat penurunan gairah seksual pasca persalinan yang terlalu berat.

Rujukan:

  1. American College of Obstetricians and Gynecologist : Exercise during pregnancy and postpartum periode ACOG Committess Opinion No 267, Januari 2002
  2. American College of Obstetricians and Gynecologist : Breast Feeding: Maternal and infant aspects Educational Bulletin no 258, Juli 2000
  3. Barbosa-Csenick C et al: Lactation mastitis Jama 289:1609, 2003
  4. Chiarelli P, Cockburn J : Promoting urinary incontincnence in womwn after delivery. BMJ 324:1241,2002
  5. Cunningham FG et al : The Puerperium in Williams Obstetrics 22nd ed McGraw Hill, 2005
  6. DeCherney AH. Nathan L : The Normal Puerperium Current Obstetrics and Gynecologic Diagnosis and Treatment , McGraw Hill Companies, 2003
  7. Hooldcroft A, Snidvongs S, Cason A, et al : Pain and Uterine vontractions during breast feeding in the immediate postpartum periode increased with parity. Pain 104:589, 2003
  8. Llewelyn-Jones : Obstetrics and Gynecology 7th ed. Mosby, 1999
  9. Rotveirt G , Daltveit AK, Hannestead YS, Hunskaars S : Urinary incontinence after vaginal delivery or caesrarean section N Engl J Med 348, 10,2003
  10. Wijma J, Potters AE, Wolf BT, et al: Anatomical and functional changes in the lower urinary tract following spontaneous vaginal delivery. Br J Obstet Gynaecol 110”658, 2003



Gender: Male

Negara: indonesia

Join Date: Oct 2009

Posts: 186

Blog Entries: 1

Rep Power: 0

Cara Melahirkan, 3 Tahap Melahirkan


TUTORIAL Cara Melahirkan, 3 Tahap Melahirkan
Dalam proses melahirkan seorang ibu harus melewati 3 tahapan terlebih dahulu hingga akhirnya sang bayi bisa lahir ke dunia. Setiap kehamilan memiliki pola yang berbeda termasuk waktu yang dibutuhkan untuk melahirkan.

Cara Melahirkan, 3 Tahap Melahirkan

Ada ibu yang membutuhkan waktu 10-20 jam untuk melahirkan, sementara ada ibu yang membutuhkan waktu lebih singkat dari itu.

Seperti dikutip dari Babycenter, Jumat (15/1/2010) tiga tahapan yang dilalui ibu dalam proses melahirkan adalah:

Tahap pertama: Kontraksi

Setelah kontraksi mulai datang secara teratur dan leher rahim relatif mulai semakin membesar, itulah awal dari proses persalinan. Kontraksi yang dirasakan semakin lama akan semakin kuat dan dalam waktu yang lebih dekat, bisa dimulai dari 10 menit sekali hingga akhirnya setiap 1 menit.

Saat kontraksi masih awal terjadi, ibu hamil sebaiknya berbicara dengan suami atau orangtua dan juga berjalan-jalan sedikit di sekitar rumah untuk memudahkan proses persalinan. Cobalah untuk tetap rileks, tenang serta menanamkan pemikiran yang positif mengenai kelahiran.

Jika kontraksi belum terjadi tapi air ketuban sudah pecah, sebaiknya segera ke rumah sakit agar bayi yang dikandung tidak keracunan atau kekeringan di dalam rahim.

Tidak mudah untuk menentukan berapa lama tahapan ini berlangsung, karena sebagian besar tergantung dari seberapa matang leher rahim serta seberapa sering dan kuat kontraksi yang dirasakan. Jika leher rahim sudah matang biasanya bukan pada bayi pertama, maka prosesnya bisa menjadi lebih cepat.

Saat kontraksi leher rahim sudah melebar hingga 10 cm atau disering disebut dengan pembukaan sepuluh, maka kemungkinan bayi sudah mulai turun dan akan memasuki tahapan selanjutnya. Rata-rata waktu yang dibutuhkan dari leher rahim melebar 4 cm hingga 10 cm sekitar 4-8 jam.

Tahap kedua: Mendorong bayi untuk keluar

Setelah leher rahim melebar sepenuhnya, tahap kedua sudah dimulai yaitu mendorong bayi untuk keluar dari rahim. Jika bayi berada sangat rendah di panggul, maka ibu secara spontan akan mendorong bayi.

Tapi kalau bayi masih belum terlalu turun, ibu mungkin tidak akan spontan mendorongnya. Sebaiknya biarkan rahim bekerja sampai sang ibu merasakan adanya rangsangan untuk mendorong, dengan begitu ibu tidak akan terlalu kelelahan atau frustasi.

Jika ibu menggunakan epidural (pembiusan melalui tulang belakang) biasanya akan mengurangi sensasi untuk mendorong, sehingga ibu tidak akan merasakan apapun sampai kepala bayi telah keluar sedikit. Kesabaran diperlukan dalam proses melahirkansecara normal.

Seluruh tahapan kedua ini bisa berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa jam. Jika tanpa epidural durasinya rata-rata sekitar 1 jam, tapi jika pernah melahirkan sebelumnya biasanya lebih cepat. Namun bila menggunakan epidural umumnya berlangsung lebih lama.

Tahap ketiga: Mengeluarkan plasenta

Beberapa menit setalah melahirkan, rahim biasanya mulai berkontraksi lagi untuk memisahkan plasenta dari dinding rahim. Jika sudah terlihat tanda-tandanya, dokter akan meminta ibu untuk mendorong secara lembut agar plasenta bisa keluar. Dan ini tidak akan sulit atau menyakitkan. Rata-rata hanya dibutuhkan waktu 5-10 menit saja.

Biasanya kontraksi rahim masih diperlukan untuk membantu memotong dan menutup pembuluh darah yang terbuka di tempat plasenta menempel. Jika kontraksi tidak dilakukan, maka bisa ada kemungkinan terjadi pendarahan.

Jika ibu ingin menyusui anaknya secara eksklusif, maka bayi akan diletakknya di dada sang ibu untuk mencari puting susu dan mengonsumsi ASI untuk pertama kalinya.

Cara Alami Rangsang Persalinan

Menanti kelahiran sang buah hati adalah saat-saat yang dapat membuat kita justeru menjadi gelisah, karena segalanya akan dipertaruhkan. Sebenarnya hal tersebut tidaklah perlu terjadi apabila kita telah mempersiapkan diri dengan sepenuhnya jauh-jauh hari sebelumnya.
Sambil menunggu tanggal perkiraan kelahiran, tak ada salahnya Anda mencoba beberapa hal berikut yang dapat merangsang timbulnya kontraksi rahim :

  • Banyak jalan kaki. Jalan kaki dapat merangsang janin turun lebih cepat ke jalan lahir, menguatkan otot, dan memperlancar sirkulasi darah. Ketika berjalan, posisi tubuh harus benar, tegak dan tidak condong ke belakang.
  • Senam hamil di bawah bimbingan instruktur ahli. Manfaatnya adalah untuk membantu melemaskan daerah jalan lahir, memperlancar penurunan bagian bawah janin ke jalan lahir, koneksi rahim lebih efektif dan persalinan lebih lancar dan mudah.
  • Berhubungan intim dengan suami. Aktivitas ini dapat membantu ‘menyiapkan leher’ rahim untuk proses persalinan. Kandungan yang terdapat pada sperma juga dapat merangsang timbulnya kontraksi rahim dan melemaskan leher rahim.
  • Menstimulasi puting payudara, dapat dilakukan sendiri atau dengan bantuan suami. Hal ini akan memicu hormon oksitosin yang dapat merangsang rahim berkontraksi yang kuat, panjang, mengganggu kelancaran darah ke janin.
  • Hilangkan rasa cemas. Wajar jika menjelang persalinan, rasa cemas semakin besar. Ungkapan dan diskusikan semua kecemasan Anda dengan suami, dokter atau ahli kejiwaan. Rancanglah kegiatan yang membuat Anda relaks.
  • Terapi herbal. Beberapa jenis herbal bisa merangsang aktivitas rahim. Namun sebelum menggunakannya konsultasikan dulu dengan dokter atau ahli terapi herbal untuk mengetahui tanaman-tanaman yang boleh digunakan ibu hamil dan dosisnya.
  • Pijat refleksi. Tujuannya selain untuk menyeimbangkan sistem tubuh, juga dapat merangsang persalinan. Sebaiknya tindakan ini dilakukan di bawah pengawasan dokter yang menguasai tehnik refleksi.
  • Terapi akupuntur. Cara ini dapat mengatasi berbagai keluhan selama hamil, antara lain kontraksi rahim yang lemah. Tetapi ini harus dilakukan secara hati-hati dengan ahlinya.

Tetapi tetap harus diingat, lakukan hal-hal diatas apabila dokter telah menyatakan kalau kehamilan Anda sudah layak untuk menjalani persalinan normal.

Tips: Cara Alami Rangsang Persalinan

Sambil menunggu tanggal perkiraan kelahiran, tak ada salahnya Anda mencoba beberapa hal berikut yang dapat membantu merangsang timbulnya kontraksi rahim.

  • Banyak jalan kaki. Jalan kaki bisa merangsang janin turun lebih cepat ke jalan lahir, menguatkan otot, dan memperlancar sirkulasi darah. Ketika berjalan, posisi tubuh harus benar, tegak dan tidak condong ke belakang.
  • Senam hamil di bawah bimbingan instruktur ahli. Manfaatnya adalah untuk membantu melemaskan daerah jalan lahir, memperlancar penurunan bagian bawah janin ke jalan lahir, kontraksi rahim lebih efektif dan persalinan lebih lancar dan mudah.
  • Berhubungan intim dengan suami. Aktivitas ini dapat membantu ‘menyiapkan’ leher rahim untuk proses persalinan. Kandungan yang terdapat pada sperma juga dapat merangsang timbulnya kontraksi rahim dan melemaskan leher rahim.
  • Menstimulasi puting payudara, dapat dilakukan sendiri atau dengan bantuan suami. Hal ini akan memicu hormon oksitosin yang dapat merangsang rahim berkontraksi. Namun jangan dilakukan secara berlebihan, karena dapat menyebabkan kontraksi yang kuat, panjang, mengganggu kelancaran aliran darah ke janin.
  • Hilangkan rasa cemas. Wajar jika menjelang persalinan, rasa cemas semakin besar. Ungkapkan dan diskusikan semua kecemasan Anda dengan suami, dokter, atau ahli kejiwaan. Rancanglah kegiatan yang membuat Anda relaks.
  • Terapi herbal. Beberapa jenis herbal bisa merangsang aktivitas rahim. Namun sebelum menggunakannya konsultasikan dulu dengan dokter atau ahli terapi herbal untuk mengetahui tanaman-tanaman yang boleh digunakan untuk ibu hamil dan dosisnya.
  • Pijat refleksi. Tujuannya selain untuk menyeimbangkan sistim tubuh, juga dapat merangsang persalinan. Sebaiknya tindakan ini dilakukan di bawah pengawasan dokter yang menguasai teknik refleksi.
  • Terapi akupuntur. Cara ini dapat mengatasi berbagai keluhan selama hamil, antara lain kontraksi rahim yang lemah. Terapi ini harus dilakukan secara hati-hati dengan ahlinya.

Tetapi tetap harus diingat, lakukan hal-hal di atas apabila dokter telah menyatakan kalau kehamilan Anda sudah layak untuk menjalani persalinan normal.

  1. hey did you pay for this blogger theme you are making use of or did you happen to get a hold of it free of charge somewhere and if that’s the case could you please tell me where cheers

  2. Good article , thanks and we want more! Added to FeedBurner likewise.

  3. Ehtel Lupino says:

    I’ve been surfing on-line greater than 3 hours lately, yet I never found any interesting article like yours. It¡¦s pretty worth sufficient for me. In my view, if all site owners and bloggers made excellent content material as you did, the web might be a lot more useful than ever before.

  4. Hey, awesome site. I came across this on Yahoo, and I am really happy that I did. I will definately be returning here more often. Wish I could add to the info and bring a bit more to the table, but am just reading as much info as I can at the moment. Thank You!

  5. Excellent post, thanks for collating the information. I have been seeking google and yahoo for information similar to this and it led me to your blog! :-)

  6. 抓姦 says:

    Your style is so unique compared to many other people. Thank you for publishing when you have the opportunity,Guess I will just make this bookmarked,1$4

  7. Pat Manni says:

    excellent points altogether, you just received a logo reader. What could you suggest about your submit that you just made a few days ago? Any positive?

  8. Good article! Keep it up!

  9. Could I possibly post this to one of my blogs on this topic? I’d link back to the original, of course. Let me know what you think. :)

  10. uvic says:

    WONDERFUL Post.thanks for share..more wait .. …

  11. Sorry for the huge review, but I’m really loving the new Zune, and hope this, as well as the excellent reviews some other people have written, will help you decide if it’s the right choice for you.

  12. Sex Toys says:

    Hello would you mind letting me know which web host you’re utilizing? I’ve loaded your blog in 3 different internet browsers and I must say this blog loads a lot quicker then most. Can you suggest a good web hosting provider at a honest price? Thanks, I appreciate it!

  13. vimax says:

    Im often to blogging and i actually recognize your content. The article has really peaks my interest. I am going to bookmark your website and preserve checking for brand new information.

  14. vimax says:

    Just right points?I would be aware that as anyone who in reality doesnt write on blogs a lot (in fact, this can be my first submit), I dont assume the time period lurker is very turning into to a non-posting reader. Its no longer your fault in the least , however possibly the blogosphere may come up with a better, non-creepy title for the 90% folks that experience studying the content material .

  15. GgigonKit says:

    Where by Unlock iPhone Technique is Perfect for you Unlock iPhone Yet there are numerous cellular devices within the planet that could be for the reason that preferred and effectively called the New iphone4.Your concern is til you have ones written agreement when using endorsed companies regarding apple iphones, you will be sort of hopeless when you have to utilize a powerful iphone 4 and it is precisely exactly what the general public take into consideration.In actual fact you can easily Discover i-phones no matter who the case is without a doubt.The first Unlock iPhone option you’ll have is a How to strategy plus the get it done your self means.
    [url=http://unlockiphonetut.com]unlock iphone 4[/url]

  16. Hi there! I simply would like to give a huge thumbs up for the nice info you will have here on this post. I will likely be coming back to your blog for more soon.

  17. Isabel Saba says:

    I must point out my admiration for your kind-heartedness for visitors who require assistance with this particular theme. Your personal commitment to passing the solution up and down had become quite functional and have enabled others just like me to achieve their objectives. Your amazing insightful facts signifies a lot to me and far more to my fellow workers. Regards; from each one of us.

  18. Ileana Maull says:

    It’s actually a great and helpful piece of information. I am glad that you shared this helpful info with us. Please keep us up to date like this. Thanks for sharing.

  19. Thanks for your advice on this blog. Just one thing I would like to say is the fact that purchasing electronics items on the Internet is nothing new. In reality, in the past few years alone, the marketplace for online gadgets has grown a great deal. Today, you will find practically just about any electronic tool and other gadgets on the Internet, including cameras and also camcorders to computer spare parts and game playing consoles.

  20. dundwarma says:

    By which Unlock iPhone Technique is Right for You Unlock iPhone But there’s lots of mobile devices contained in the universe that could be for the reason that well liked and properly termed as Apple company iphone.The particular issue is in anticipation of having your acquire with the standard service providers connected with i-phones, that you will be variety of hopeless if you want to work with your itouch new generation ipod and it is precisely exactly what the public keep in mind.The truth is you’ll be able to Uncover i-phones regardless of who that tote is normally.The initial Unlock iPhone determination you should have may just be the How to system together with the act now your self solution.
    [url=http://www.unlockiphone4tut.com]unlock iphone 4[/url]

  21. Lovely website! I am loving it!! Will come back again. I am bookmarking your feeds also.