makalah sex bebas / pelayanan kb kondom

Posted: 11th April 2011 by subijakto in Uncategorized

KATA PENGANTAR

Puji Syukur Kehadirat Allah Yang Maha Esa yang telah memberikan kesempatan dalam penyusunan makalah ini dapat terselesaikan dengan sukses dan berhasil tanpa adanya halangan apapun. Apa yang tersaji dihadapan pembaca bukanlah sebuah buku yang dipersiapkan secara khusus, melainkan kumpulan catatan kecil (mata kuliah). Sebagai  penambah pengetahuan bagi pembaca tentang pengetahuan seks bebas dan bahaya apa yang nantinya terjadi pada seseorang yang melakukan seks bebas. Apabila ada kesalahan dalam pengetikan makalah ini mohon dimaklumi karena dalam penulisan makalah ini sangat minim narasumber dan semoga apa yang ada di dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah yang membantu kami dalam penyelesaian makalah ini.

xxxxxxx, 20 april 2011

PENYUSUN

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Permasalahan

C. Tujuan

D. Metodologi Penelitian

E. Kegunaan Penelitian

F. Sistematika Penelitian

BAB II PEMBAHASAN

A. Kondisi Masyarakat Indonesia

B. Survey Seks Bebas

C. Faktor-faktor Yang Mendorong Remaja Melakukan Seks Bebas

D. Akibat Dari Bahayanya Seks Bebas

E. Penularan dan Pencegahan

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada pembahasan ini penyusun akan mengangkat masalah Free Sex. Melihat dari perkembangan jaman sekarang ini , pergaulan terasa semakin bebas, bahkan terlalu bebas. Sehingga banyak remaja yang menyalahgunakan kebebasan itu sendiri.Banyak yang bilang masa remaja adalah masa yang paling indah untuk berpacaran. Tapi terkadang keindahan itu banyak yang di salah gunakan, pacaran banyak yang berakhir dengan bunuh diri, Free Sex dan kekerasan.

Penyebab dari akhir pacaran seperti yang diatas, contohnya seperti remaja yang tidak mempedulikan dan menuruti perkataan serta nasihat dari orangtua, dan tidak jarang juga orang tua yang terlalu memberikan kebebasan kepada anak nya sendiri.Yang namanya pacaran pasti ada dampaknya pada kehidupan kita entah itu positif atau negative tergantung pada kita yang menjalaninya.Hal ini sangat berpengaruh pada remaja yang mana cara berpacaran para remaja sangatlah antusias dalam melakukan seks bebas. Dorongan perasaan dan keinginan seksual cukup pesat pada remaja dapat mengakibatkan remaja menjadi rentan terhadap pengaruh buruk dari luar yang mendorong timbulnya perilaku seksual yang beresiko tinggi. Pengaruh buruk tersebut dapat berupa informasi-informasi yang salah tentang hubungan seksual, misalnya film-film, buku-buku, dan lainnya. Hal tersebut dapat mendorong remaja untuk berprilaku seksual aktif (melakukan hubungan intim sebelum menikah), yang mempunyai resiko terhadap remaja itu sendiri. Resiko tersebut dapat berupa kehamilan remaja dengan berbagai konsekuensi psikologi seperti putus sekolah, rasa rendah diri, kawin muda, dan perceraian dini. Selain itu, resiko lain yang dihadapi dari perilaku seksual aktif tersebut adalah abortus, penyakit menular, gangguan saluran reproduksi pada masa berikutnya (tumor), dan berbagai gangguan serta tekanan psikoseksual/sosial di masa lanjut yang timbul akibat hubungan seksual remaja pranikah (Badan Kependudukan Catatan Sipil dan Keluarga Berencana Kota Metro, 2006).

Dengan terus berkembangnya teknologi, maka informasi yang salah tentang seksual mudah sekali didapatkan oleh para remaja, sehingga media massa dan segala hal yang bersifat pornografis akan menguasai pikiran remaja yang kurang kuat dalam menahan pikiran emosinya, karena mereka belum boleh melakukan hubungan seks yang sebenarnya yang disebabkan adanya norma-norma, adat, hukum dan juga agama. Semakin sering seseorang tersebut berinteraksi atau berhubungan dengan pornografi maka akan semakin beranggapan positif terhadap hubungan seks secara bebas demikian pula sebaliknya, jika seseorang tersebut jarang berinteraksi dengan pornografi maka akan semakin beranggapan negatif terhadap hubungan seks secara bebas. Apabila anak remaja sering dihadapkan pada hal-hal yang pornografi baik berupa gambar, tulisan, atau melihat aurat, kemungkinan besar dorongan untuk berhubungan secara bebas sangat tinggi, bisa lari ketempat pelacuran atau melakukan dengan teman sendiri.

Hal-hal yang merugikan dari perilaku terhadap seks bebas tidak akan terjadi, apabila individu memiliki kesadaran bertanggung jawab yang kuat. Dan bila remaja dihadapkan pada rangsangan sosial yang tidak baik seperti seks bebas maka remaja akan dapat menentukan sikap yang tepat yaitu sikap yang negatif atau tidak mendukung perilaku terhadap seks bebas, sebaliknya bila remaja memiliki sikap dengan tanggung jawab yang rendah maka terbentuklah pribadi yang lemah sehingga mudah terjerumus pada pergaulan yang salah sehingga berlanjut kepada perilaku seks bebas (http://www.balipost.co.id,2009).

B. Permasalahan

- Bagaimanakah kondisi masyarakat Indonesia tentang pergaulan bebas pada saat ini?

- Apa sajakah faktor-faktor yang mendorong remaja melakukan sex diluar nikah?

- Apa akibat dari pergaulan bebas?

C. Tujuan

Ingin memberitahukan bahaya tentang pergaulan bebas, supaya masyarakat Indonesia mengetahui akibat dari pergaulan bebas itu. Dan menghindarinya supaya tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas tersebut.

D. Metode Penelitian

Dalam penyusunan makalah ini, penyusunan menggunakan metode bidang study pustaka yaitu menjadikan sumber-sumber yang telah ada menjadi acuan dari pembuatan makalah ini.

E. Kegunaan Penelitian

Supaya para pembaca dapat memahami bahayanya free sex dan agar para pembaca tidak terjerumus kedalam hal-hal yang negative.

F. Sistematika Penelitian

Mencari bahan materi di internet dan di buku perpustakaan sehingga tersusunlah pembuatan makalah ini.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Kondisi Masyarakat Indonesia

Kondisi masyarakat Indonesia saat ini dalam keadaan anomie, yaitu system social dimana tidak ada petunjuk atau pedoman. Tingkah laku kebiasaan-kebiasaan dan aturan-aturan yang biasa berlaku tiba-tiba tidak berlaku lagi. Akibatnya terjadi individualisme, dimana individi-individu bertindak hanya menurut kepentingannya masing-masing dan tidak memperhatikan norma-norma.

Keadaan anomie ini tentu hanya berlaku terhadap anggota masyarakat dewasa, melainkan juga terhadap genarasi muda. Salahsatu bukti tentang adanya kondisi anomie dikalangan generasi muda adalah dalam segi kehidupan seksual,yaitu terjadinya pergaulan bebas.

Norma-norma masyarakat dan norma-norma agama seharusnya mampu mempengaruhi prilaku seorang sehingga menjadi filter terhadapterjadinya prilaku-prlaku negative,termasuk prilaku seks bebas namun dalam realitasnya teknologi komunikasi dan globalisasi telah menyebabkan masuknya bermacam-macam norma dan nilai-nilai baru yang berasal dari budaya luar. Dengan kata lain norma masyarakat dan norma agama kita telah tergeser oleh norma dan nilai-nilai baru dari bdaya luar yang memicu terjadinya prilaku seks bebas.

B. Survey Seks Bebas

Perilaku seks bebas di dunia saat ini terus mengalami peningkatan yang sangat pesat. Pitchkal (2002) melaporkan bahwa di AS, 25% anak perempuan berusia 15 tahun dan 30% anak laki-laki usia 15 tahun telah berhubungan intim. Di Inggris, lebih dari 20% anak perempuan berusia 14 tahun rata-rata telah berhubungan seks dengan tiga laki-laki. Di Spanyol, dalam survei yang dilakukan tahun 2003, 94,1% pria hilang keperjakaannya pada usia 18 tahun dan 93,4% wanita hilang keperawanannya pada usia 19 tahun.
Beberapa hasil penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa perilaku seks pranikah di kalangan remaja mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Survey terhadap pelajar SMU di Jakarta dan Surabaya menyebutkan terjadinya peningkatan presentase seks pranikah dari tahun 1997-1999. 9 % remaja putra dan 1 % remaja putri di Jakarta telah melakukan hubungan seks pranikah pada tahun 1997, dan angka ini mengalami peningkatan menjadi 23 % remaja putra dan 4 % remaja putri pada tahun 1999 dalam “Remaja,”2001). Sementara hasil penelitian yang dilakukan Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan-Pusat Pelatihan Bisnis Humaniora Yogyakarta pada tahun 1999-2002 terhadap 1660 mahasiswi Yogyakarta menemukan bahwa 97,05 % responden telah kehilangan kegadisannya dalam masa kuliah.
Sebuah survei terbaru terhadap 8084 remaja laki-laki dan remaja putri usia 15-24 tahun di 20 kabupaten pada empat propinsi (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Lampung) menemukan 46,2% remaja masih menganggap bahwa perempuan tidak akan hamil hanya dengan sekali melakukan hubungan seks. Kesalahan persepsi ini sebagian besar diyakini oleh remaja laki-laki (49,7%) dibandingkan pada remaja putri (42,3%). Dari survei yang sama juga didapatkan bahwa hanya 19,2% remaja yang menyadari peningkatan risiko untuk tertular PMS bila memiliki pasangan seksual lebih dari satu. 51% mengira bahwa mereka akan berisiko tertular HIV hanya bila berhubungan seks dengan pekerja seks komersial (PSK).
Penelitian lain yang dilakukan  tahun 2005-2006 menunjukkan di kota-kota besar mulai Jabotabek, Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Makassar, 47,54 persen remaja mengaku melakukan hubungan seks sebelum nikah. Namun, hasil survey terakhir tahun 2008 meningkat menjadi 63 persen. Mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya hubungan seksual pranikah, survei MCR-PKBI Jabar membagi dalam 8 faktor. Berdasar jawaban yang masuk, faktor sulit mengendalikan dorongan seksual menduduki peringkat tertinggi, yakni 63,68%. Selanjutnya, faktor kurang taat menjalankan agama (55,79%), rangsangan seksual (52,63%), sering nonton blue film (49,47%), dan tak ada bimbingan orangtua (9,47%). Tiga faktor terakhir yang turut menyumbang hubungan seksual pranikah adalah pengaruh tren (24,74%), tekanan dari lingkungan (18,42%), dan masalah ekonomi (12,11).

C. Faktor Yang Mendorong Remaja Melakukan Seks Diluar Nikah/ Seks Bebas

Faktor-faktor yang mendorong remaja melakukan hubungan seks di luar nikah, adalah :

    • Karena mispersepsi terhadap makna pacaran yang menganggap bahwa hubungan seks adalah bentuk penyaluran kasih sayang.
    • Karena kehidupan iman yang rapuh. Kehidupan beragama yang baik dan benar ditandai dengan pengertian, pemahaman dan ketaatan dalam menjalankan ajaran-ajaran agama dengan baik tanpa dipengaruhi oleh situasi kondisi apapun.
    • Masa remaja terjadi kematangan biologis. Seorang remaja sudah dapat melakukan fungsi reproduksi sebagaimana layaknya orang dewasa sebab fungsi organ seksualnya telah bekerja secara normal. Hal ini membawa konsekuensi bahwa seorang remaja akan mudah terpengaruhi oleh stimuli yang merangsang gairah seksualnya, misalnya dengan melihat Film porno, cerita cabul, dan gambar-gambar erotis. Kematangan biologis yang tida disertai dengan kemampuan mengendalikan diri cenderung berakibat Negatif, yakni terjadi hubungan seksual pranikah dimasa pacaran. Sebaliknya kematangan biologis yang disertai dengan kemampuan mengendalikan diri akan membawa kebahagian remaja dimasa depannya sebab ia tidak akan melakukan hubungan seksual pranikah.

D. Akibat Dari Bahayanya Pergaulan Bebas

Dari hasil penelitian yang dilakukan penyusun menunjukan bahwa semakin tinggi persepsi siswa mengenai pacaran maka akan semakin tinggi pula perilaku Free Sex dan sebaliknya semakin rendah persepsi pacarannya maka akan semakin rendah pula perilaku Free Sex-nya sementara dari landasan teori yang dipakai dalam penelitian ini menjelaskan bahwa salah satu penyebab perilaku Free Sex adalah karena mispersepsi terhadap pacaran sehingga dari situ menunjukan suatu perbedaan antara landasan teori yang di pakai dengan hasil penelitian. Hal ini dapat terjadi karena pertama, secara teori seringkali diungkapkan bahwa sikap merupakan predisposisi (penentu) yang memunculkan adanya perilaku yang sesuai dengan sikapnya. Sikap tumbuh, diawali dari pengetahuan yang dipersepsikan sebagai suatu hal yang baik (positif) maupun tidak baik (negatif) kemudian diinternalisasikan kedalam dirnya. Dari apa yang diketahui tersebut akan mempengaruhi pada perilakunya kalau apa yang dipersepsikan tersebut bersifat positif, maka seseorang cenderung berperilaku sesuai dengan persepsinya. Kalau ia mempersepsikan secara negative, maka ia pun cenderung menghindari atau tidak melakukan hal itu dalam perilakunya.

Namun sering kali dalam kehidupan realitasnya, banyak factor-faktor lain yang mepengaruhi perilaku seseorang, misalnya lingkungan social, situasi atau kesempatan mungkin seseorang memiliki sikap positif terhadap sesuatu hal, tetapi dalam kenyataannya perilakunya tidak sesuai atau bertentangan dengan sikap tersebut. Teori yang diambil tersebut adalah Paul dan White yang bersumber dari luar negeri sementara remaja di Indonesia mempunyai pemahaman dan penilaian tersendiri mengenai pacaran, kalau melihat dari teori yang dipakai menunjukkan bahwa pacaran itu identik dengan konotasi negative yang lebih mengangap bahwa pacaran itu identik dengan perilaku yang tidak bisa terlepas dari aktifitas yang mengarah pada free sex sehingga teori tersebut kurang tepat ketika diterapkan di Indonesia.

Faktor religiusitas berpengaruh negative terhadap perilaku free sex seseorang, semakin tinggi religiusitas seseorang maka makin rendah perilaku free sex-nya dan sebaliknya semakin rendah relisiusitas seseorang maka akan semakin tinggi perilaku free sex-nya. Dari situ menunjukkan bahwa pemahaman dan pengamalan nilai-nilai serta ajaran-ajaran agama yang sudah terinternalisasi dalam kehidupan remaja ternya berkolerasi signifikan dengan perilaku free sex. Agama dalam kehidupan individu berfungsi sebagai suatu system nilai yang memuat norma tertentu dan secara umum menjadi kerangka acuan dalam bersikap dan berprilaku agar sejalan dengan keyakinan agama yang dianutnya.

Pengaruh sistem nilai dalam agama, nilai pribadi dirasakan oleh individu sebagai prinsip yang menjadi pedoman hidup.Dalam realitasnya memiliki pengaruh mengatur pola perilaku. Pola berpikir dan pola bersikap.Ketika religiusitas seseorang baik maka ia akan mempunyai keimanan dan ketakwaan yang kuat pula dalam mengendalikan keinginan-keinginan yang bertentangan dengan norma-norma agama. Dengan religiusitas yang baku, remaja mempunyai pengendali, sehingga tindakan yang dilakukannya selalu mengacu kepada ajaran-ajaran agama yang pernah diterimanya.

Namun ada hal lain atau penyakit yang akan timbul akibat melakukan seks bebas yaitu salah satunya adalah penyakit Hepatitis B.Yang mana di indonesia sekitar 1 dari 20 orang mengidap penyakit Hepatitis B. Penyakit ini dipicu oleh banyak hal, antara lain pola hidup tidak sehat, tidak menggunakan barang yang steril, dan seks bebas. Penularannya bisa melalui darah, ari-ari janin dan cairan tubuh yaitu air liur dan sperma.

Menurut dr Widarjati S. KGEH dari Rumah Sakit Mitra Keluarga, Jakarta, hepatitis adalah radang yang mengenai jaringan hati (hepar). “Seseorang bisa dikatakan terkena hepatitis tergantung pada jenis hepatitis itu sendiri dan faktor penyebabnya. Bisa disebabkan oleh infeksi virus, obat-obatan, bahan kimia, reaksi hipersensitivitas, dan bisa juga akibat dari suatu infeksi sistemik yang berat,” jelasnya.

Ada tiga fase gejala hepatitis yang disebabkan oleh virus. Pertama, fase pendahuluan. Gejalanya adalah badan demam seperti sedang terkena infeksi virus biasa, mirip dengan orang yang terserang flu. Fase ini berlangsung sekitar satu minggu sampai sepuluh hari. Kedua, fase kuning atau biasa disebut fase intrik. Pada fase ini, pasien menjadi kuning dan berlangsung selama 3-4 minggu Terakhir fase penyembuhan.

Pada prinsipnya, hepatitis akan sembuh sempurna, tergantung pada jenis virus yang diidap. Pengidap virus hepatitis A akan sembuh sempurna. Sementara pengidap virus hepatitis B dan C kadang-kadang 10-50 persen tidak sembuh sempurna dan bisa menjadi menahun. Hepatitis yang menahun akan berubah menjadi sirosishepatis. Bila sudah demikian, liver akan mengeras dan sel-selnya akan berubah menjadi serat. Hepatitis akan sembuh karena tubuh terdiri dari sel-sel primitif. “Kalau untuk sembuh spontan, hepatitis B sekitar 80-90 persen. Hepatitis C akan sembuh sempurna sekitar 50-60 persen saja. Tetapi bila hepatitis sudah menjadi menahun, diperlukan pengobatan khusus,”

Pada hati normal, hati terlihat mulus tanpa kerusakan. Selanjutnya adalah tahap kerusakan hati. Pada tahap ini, hati akan rusak sedikit demi sedikit, kemudian terjadi sirosis atau pengerasan pada hati. Permukaan hati akan rusak dan menjadi benjolan-benjolan dan membentuk jaringan parut. Semakin parah, hepatitis C dapat berubah menjadi kanker hati. Bila sudah terkena kanker, kerusakan bertambah berat. Kanker tersebut dapat menyebar ke seluruh tubuh.

Bahaya dari pengerasan hati adalah terganggunya aliran darah. Bila ini terjadi, darah akan balik ke saluran pencernaan atau rongga perut. Setelah itu, pembuluh darah akan pecah sehingga kemudian muntah darah. Tinja juga menghitam. Bahaya lain yang disebabkan oleh virus hepatitis adalah racun dalam tubuh tidak akan keluar karena menumpuk di dalam darah. Jika demikian hasilnya bisa fatal dan akan menyebabkan Kematian.

E. Penularan dan Pencegahan

Hepatitis B dapat menular melalui darah (tranfusi dan jarum suntik), melalui ari-ari janin dalam kandungan dan melalui cairan tubuh (air liur dan sperma). Ada pula penularan secara horizontal, seperti kepada keluarga, teman, ataupun yang lainnya melalui kontak langsung. Bisa juga melalui kontak fisik seperti sikat gigi atau alat cukur. Virus hepatitis B dapat diketahui dengan cara diagnosis dan penggunaan alat bernama Rapid Test. Alat ini memiliki keunggulan tersendiri karena cepat, efektif, efisien, dan nyaman.

Hepatitis B dapat dicegah dengan memberikan vaksinasi. Vaksinasi sebaiknya diberikan kepada bayi yang baru lahir, tenaga dan pekerja medis, semua orang yang belum divaksin, anggota keluarga penderita hepatitis B, kaum homoseksual, dan penganut free sex. Vaksinasi yang telah direkomendasikan dengan rekayasa genetika tidak menimbulkan efek samping. Vaksin yang mengandung antibodi 100 persen dapat secara efektif melindungi tubuh dari serangan hepatitis B.

BAB III

PENUTUP

A.  Kesimpulan

Pesatnya perkembangan jaman membuat pergaulan menjadi bebas, sehingga banyak remaja yang bergaul tanpa batasan dan etika. Contohnya dalam berpacaran. Para remaja berpacaran tidak mempunyai batasan serta etika sehingga dalam berpacaran lebih banyak dampak negative dibandingkan dampak positif seperti halnya seks bebas. Seks bebas terjadi karena tidak adanya beberapa factor yang mendorong remaja terjerumus pada seks bebas sehingga banyak remaja yang kehilangan masa-masa remajanya dikarenakan melakukan seks bebas sehingga terjadilah pernikahan dini ataupun kematian. Kematiann ini bisa terjadi karena melakukan aborsi ataupun bunuh diri karena tidak siapnya menerima kenyataan (hamil diluar nikah).

B. Saran

Beberapa saran yang  perlu diperhatikan adalah :

  • Kepada pihak orang tua, agar memperhatikan dalam membimbing dan mengarahkan remaja dengan dalam memberikan pandangan yang benar mengenai persepsi pacaran agar terhindar dari free sex.
  • Kepada generasi muda agar menetapkan tujuan dan arah hidup yang jelas, belajar lebih mengenal diri sendiri, meningkatkan ke imanan dan ketakwaannya dengan mengisi kegiatan yang bermanfaat serta bergaul dengan teman secara benar sehingga dapat terhindar dan terjerumus pada perilaku free sex.
  • Kepada para siswa agar selain belajar juga ikut ambil bagian dalam kegiatan yang positif dan kreatiff dalam rangka menyalurkan energi yang berlebih sehingga tidak mengarah pada penyaluran dorongan buologis secara langsung, misalnya dengan kegiatan keolahragaan, pecinta alam, dan kegiatan-kegiatan lain yang bersifat mengembangkan potensi dan bakat masing-masing.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.balipost.co.id, 2009

http://lib.atmajaya.ac.id,2009

http://www.kesrepro.info, 2009

http://www.tempointeractive.com, 2009

  1. commenting says:

    This is getting a bit more subjective, but I much prefer the Zune Marketplace. The interface is colorful, has more flair, and some cool features like ‘Mixview’ that let you quickly see related albums, songs, or other users related to what you’re listening to. Clicking on one of those will center on that item, and another set of “neighbors” will come into view, allowing you to navigate around exploring by similar artists, songs, or users. Speaking of users, the Zune “Social” is also great fun, letting you find others with shared tastes and becoming friends with them. You then can listen to a playlist created based on an amalgamation of what all your friends are listening to, which is also enjoyable. Those concerned with privacy will be relieved to know you can prevent the public from seeing your personal listening habits if you so choose.

  2. Awesome article! I just added it to my favorites.

  3. I think there’s a problem with the RSS feed here. Seems like a missing link to me?

  4. Is there something wrong with the CSS here? It all looks white and I can barely read the article?

  5. This design is steller! You most certainly know how to keep a reader entertained. Between your wit and your videos, I was almost moved to start my own blog (well, almost…HaHa!) Great job. I really enjoyed what you had to say, and more than that, how you presented it. Too cool!