reproduksi remaja

Posted: 27th April 2011 by subijakto in Uncategorized

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Kesehatan reproduksi  adalah keadaan sehat secara menyeluruh mencakup fisik, mental dan kehidupan social yang berkaitan denagn alat, fungsi serta proses reproduksi, dengan demikain kesehatan reproduksi bukan hanya kondisi bebas dari penyakit, melainkan bagaimana seseorang dapat memiliki kehidupan seksual yang aman dan memuaskan, beberapa  waktu yang lampau masalah remaja dengan alat reproduksinya kurang mendapat perhatian karena umur relative muda. Terbukti bahwa remaja yang sedang mencari identitas diri telah sangat muda menerima informasi dunia berkaitan dengan masalah fungsi alat reproduksinya sehingga cenderung menuju kearah pelaksanaan hubungan seksual yang semakin bebas. Dalam melakukan hubungan seksual sebagaian besar remaja tidak terlindung dari dua kemungkinan yang dapat terjadi yaitu kehamilan  yang tidak dikehendaki dan penyakit hubungan seksual yang dapat menjurus kearah penyakit radang panggul (PRP) atau pelvis inflammatory dieases (PID) dua masalah menjadi topik utama yang dihadapi remaja. Penyakit  radang panggul wanita merupakan kelanjutan dari infeksi karena hubungan seksual yang tidak terlindungi dari pengobatan radikal. Terjadinya penyakit radang panggul ini merupakan kegagalan dalam upaya pencegahan primer yaitu dengan menghindari terjadinya penyakit hubungan seksual sampai AIDS dan menetapkan diagnosa dini disertai pengobatan redikal.

1.2    Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka yang dapat dijadikan sebagai tujuan pembahasannya adalah
1)    Mengetahui dan memahami yang dimaksud dengan kesehatan reproduksi remaja
2)    Mengetahui dan memahami Fungsi Remaja tentang Kesehatan Reproduksi
3)    Mengetahui dan memahami Faktor Pengaruh Kesehatan Reproduksi Remaja

1.3    Rumusan Masalah
1.3.1    Pengertian Kesehatan Reproduksi
1.3.2    Tujuan Asuhan Kesehatan Reproduksi
1.3.3    Kebijakan DepKes dalam Kesehatan Reproduksi Remaja
1.3.4    Kesehatan Reproduksi Remaja
1.3.5    Pengertian Remaja
1.3.6    Fungsi Remaja Mengetahui tentang Kesehatan Reproduksi
1.3.7    Perubahan yang terjadi pada Remaja
1.3.8    Faktor Pengaruh Kesehatan Reproduksi Remaja
1.3.9    Permasalahan yang terjadi pada Kesehatan Reproduksi Remaja
1.3.10    Asuhan Kesehatan Reproduksi yang diberikan pada Remaja
1.3.11    Peran dan Tugas Bidan Melibatkan Wanita dalam Mengambil
Keputusan
1.3.12    Bentuk – bentuk Diskriminatif terhadap Perempuan
1.3.13    Cara Melibatkan Wanita dalam Mengambil Keputusan

1.4    Manfaat Penulisan
1.    Dapat menambahkan kumpulan buku-buku bacaan pengetahuan khususnya sehingga mahasiswa mudah untuk mencari bahan kuliah
2.    Dapat mengetahui dan mempelajari lebih rinci tentang kesehatan reproduksi  kesehatan remaja  dan mampu   menerapkan teori-teori yang didapat di institusi pendidikan kesehatan

BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Pengertian Kesehatan Reproduksi
Kesehatan reproduksi adalah kesehatan secara fisik, mental, dan kesejahteraan social secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan system dan fungsi serta proses reproduksi dan bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakitdan kecacatan.
Dengan demikian kesehatan reproduksi bukan hanya kondisibebas dari penyakit, melainkan bagaimana seseorang dapat memiliki kehidupan seksual yang aman dan memuaskan sebelum menikah dan sesudah menikah.

2.2    Tujuan Asuhan Kesehatan Reproduksi
Dalam memberi penyuluhan tentang asuhan kesehatan reproduksi memiliki berbagai tujuan yakni:
1.    Mewujudkan keluarga berkualitas tahun 2015 melalui peningkatan pengetahuan, kesadaran sikap, dan perilaku remaja dan orang tua agar peduli dan bertanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga.
2.    Pemberian pelayanan kepada remaja yang memiliki permasalahan khusus.

2.3    Kebijakan DepKes dalam Kesehatan Reproduksi Remaja
Pembinaan KRR meliputi remaja awal, remaja tengah, remaja akhir.
    Dilaksanakan terpadu, lintas program dan lintas sektoral
    Dilaksanakan melalui jaringan pelayanan upaya kesehatan dasar dan rujukannya
    Dilakukan pada 4 daerah tangkapan, yaitu rumah, sekolah, masyarakat, dan semua pelayanan kesehatan
    Peningkatan peran serta ortu, unsur potensial di keluarga, serta remaja sendiri

Landasan hukum yang dipakai sebagai dasar pembinaan kesehatan remaja
1.    UU No 4 tahun 1979 tentang kesejahteraan anak
2.    UU No 10 th 1992 tentang pengembangan kependudukan dan keluarga sejahtera
3.    UU No 23 th 1992 tentang kesehatan
4.    InPres 1997 tentang penyelenggaraan pembinaan dan pengembangan kualitas anak
5.    Permenkes No 433/menkes/SK/1998 tentang pembentukan komisi kesehatan reproduksi

2.4    Kesehatan Reproduksi Remaja
Membahas ruang lingkup kesehatan reproduksi, menggunakan pendekatan siklus hidup. Karena kebutuhan penanganan sistem reproduksi terjadi pada setiap fase kehidupan, apabila tidak ditangani dengan baik maka akan berakibat buruk bagi masa kehidupan selanjutnya.

2.4.1    Pengertian Remaja
    Remaja adalah usia yang mulai dewasa yang sudah cukup umur untuk kawin dan bukan anak- anak lagi. ( Purwodarminto )
    Remaja adalah usia ketika seseorang mengalami masa peralihan antara usia anak- anak dan dewasa.
    Remaja adalah usia yang penuh badai dan tekanan, suatu tahapan ketika sifat- sifat manusia yang baik dan buruk tampil secara bersamaan.
    Menurut Root remaja adalah merupakan suatu proses terjadinya kematangan alat seksual dan tercapainya kemampuan alat reproduksi.
    Usia remja dibagi atas 3 kelompok:
o    Remaja awal usia 12 – 14 tahun
o    Remaja pertengahan usia 14 -17 tahun
o    Remaja akhir usia17- 19 tahun
2.4.2    Fungsi Remaja Mengetahui tentang Kesehatan Reproduksi
Dalam kesehatan reproduksi remaja perlu mengetahui manfaat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, agar memiliki informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai factor yang ada disekitar, sehingga remaja memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai reproduksi.
Untuk dapat bertanggung jawab mengenai kesehatan reproduksinya tentunya remaja harus mengetahui terlebih dahulu pengetahuan dasar kesehatan reproduksi diantaranya:
1.    Pengenalan mengenai sistem, proses dan fungsi alat reproduksi dan hak – hak reproduksi.
2.    Perlunya remaja mendewasakan usia kawin serta bagaimana merencanakan kehamilan agar sesuai dengan keinginnannya dan pasangannya.
3.    Mengetahui PMS,HIV/AIDS serta dampaknya terhadap kondisi kesehatan reproduksi.
4.    Mengetahui bahaya narkoba dan miras pada kesehatan reproduksi.
5.    Mengetahui pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual.
6.    Mengetahui kekerasan seksual dan bagaimana menghindarinya.
7.    Mengetahui mengembangkan kemampuan berkomunikasi termasuk memperkuat kepercayaan diri agar mampu menangkal hal – hal yang bersifat negative.

2.4.3    Perubahan yang terjadi pada Remaja
Perubahan yang cukup menyolok terjadi ketika remaja baik perempuan dan laki – laki memasuki usia antara 9 – 15 tahun, pada usia tersebut mereka tidak hanya tubuh menjadi lebih tinggi dan lebih besar, tetapi terjadi juga perubahan – perubahan di dalam tubuh yang memungkinkan untuk bereproduksi atau berketurunan. Perubahan dari masa kanak – kanak menuju masa dewasa atau sering dikenal dengan istilah masa pubertas ditandai dengan datangnya menstruasi (pada perempuan) atau mimpi basah (pada laki- laki)
Mimpi basah pada remaja laki-laki yaitu memproduksi sperma setiap harinya. Sperma bisa dikeluarkan melalui proses yang disebut ejakulasi, yaitu keluarnya sperma melalui penis. Ejakulasi bisa terjadi secara alami (tidak disadari oleh remaja laki-laki) melalui mimpi basah.
Menstruasi terjadi karena sel telur yang diproduksi ovarium tidak dibuahi oleh sel sperma dalam rahim. Sel telur tersebut menempel pada dinding rahim dan membentuk lapisan yang banyak mengandung pembuluh darah, kemudian menipis dan luruh keluar melalui mulut rahim dan vagina dalam bentuk darah, yang biasanya terjadi antara 3-7 hari. Jarak antara satu haid dengan haid berikutnya tidak sama pada setiap orang. Adakalanya 21 hari atau bisa juga 35 hari.
    ALAT REPRO PEREMPUAN
1.    Labia Mayora dan Labia Minor.
2.    Klitoris.
3.    Lubang vagina
4.    Rambut kemaluan (mons veneris)
5.    Vagina
6.    Mulut rahim (cervix)
7.    Rahim (uterus)
8.    Saluran telur (tuba fallopi )
9.    Indung telur (ovarium)

    ALAT REPRO LAKI- LAKI
1.    Zakar (penis)
2.    Buah zakar (testis)
3.    Saluran zakar (uretra)
4.    Skrotum
5.    Saluran sperma (vas deferens)
6.    Kelenjar prostat
7.    Bladder (kandung kencing)
Kesiapan seorang perempuan untuk hamil dan melahirkan atau mempunyai anak ditentukan oleh kesiapan dalam 3 hal, yaitu kesiapan fisik, mental/emosi/psikologis & social ekonomi. Secara umum, seorang perempuan dikatakan siap secara fisik jikak telah menyelesaikan pertumbuhan tubuhnya (ketika tubuhnya berhenti tumbuh), yaitu sekitar usia 20 tahun. Sehingga usia 20 tahun bisa dijadikan pedoman kesiapan fisik.
Masa subur adalah masa dimana terjadinya pelepasan sel telur pada perempuan. Titik puncak kesuburan terjadi pada hari ke 14 sebelum masa menstruasi berikutnya. Tanggal menstruasi berikutnya sering kali tidak pasti pada remaja. Biasanya diambil perkiraan masa subur 3-5 hari sebelum dan sesudah hari ke 14.

2.4.4    Faktor Pengaruh Kesehatan Reproduksi Remaja
Beberapa hal yang berpengaruh buruk terhadap kesehatan remaja
1.    Masalah gizi
2.    Anemia
3.    Masalah pendidikan
4.    Masalah lingkungan dan pekerjaan
5.    Lingkungan sosial yang kurang sehat
6.    Masalah seks dan seksualitas, penyalahgunaan seksual, kehamilan pranikah
7.    Masalah kesehatan reproduksi remaja
8.    Ketidakmatangan secara fisik dan mental, Risiko bertambah untuk melakukan aborsi yang tidak aman

2.4.5    Permasalahan yang terjadi pada Kesehatan Reproduksi Remaja
Permasalahan prioritas kesehatan reproduksi pada remaja dapat dikelompokkan sebagai berikut :
    Kehamilan tak dikehendaki
     Kehamilan dan persalinan usia muda
    Masalah PMS, termasuk infeksi HIV/AIDS
    Tindak kekerasan seksual, seperti pemerkosaan, pelecehan seksual dan transaksi seks komersil

2.4.6    Asuhan Kesehatan Reproduksi yang diberikan pada Remaja
Pembinaan kesehatan reproduksi pada remaja, berupa pembekalan ilmu pengetahuan diantaranya:
    Perkembangan fisik, kejiwaan dan kematangan seksual remaja
    Proses reproduksi yang bertanggung jawab
    Pergaulan yang sehat antara remaja laki-laki dan perempuan
    Persiapan pra nikah
    Kehamilan dan persalinan, serta cara pencegahannya

2.5    Peran dan Tugas Bidan Melibatkan Wanita dalam Mengambil Keputusan
Secara umum dalam penanggulangan masalah pada remaja, peran bidan adalah sebagai fasilitator dan konselor yang bisa dijadikan tempat mencari jawaban dari suatu permasalahan yang dihadapi oleh remaja. Maka dari itu bidan harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang cukup.
Contoh peran yang bisa dilakukan oleh bidan adalah:
    Mendengarkan keluhan remaja yang bermasalah, dengan tetap menjaga kerahasiaan kliennya.
    Membangun komunikasi dengan remaja.
    Ikut serta dalam kelompok remaja
    Melakukan penyuluhan – penyuluhan pada remaja berkaitan dengan kesehatan reproduksi
    Memberikan informasi yang selengkap – lengkapnya pada remaja sesuai dengan kebutuhannya.
Melibatkan wanita dalam pengambilan keputusan, kenyataan di tengah – tengah masyarakat masih banyak perilaku diskriminatif terhadap perempuan. Dan gender menjadi suatu permasalahan yang tidak pernah tuntas dibahas dan pada akhirnya wanita tidak mempunyai hak untuk mengambil keputusan terbaik yang berhubungan dengan dirinya.
Masalah gender masih digunakan sebagai pandangan masyarakat tentang perbedaan peran, fungsi dan tanggung jawabantara laki – laki dan perempuan yang merupakan hasil konstruksi (kebiasaan sosial yang tumbuh dan disepakati dalam masyarakat) serta dapat diubah sesuai perkembangan zaman.

2.5.1    Bentuk – bentuk Diskriminatif terhadap Perempuan
Bentuk-bentuk perilaku diskriminatif yang terjadi terhadap perempuan:
1.    Dinomor duakan dalam segala aspek kehidupan
    Pemberian makanan bergizi sehari – hari, kesempatan untuk pendidikan, kerja dan kedudukan.
2.    Keterbatasan dalam pengambilan keputusan
    Untuk ber KB, pemilihan bidan untuk persalinan, pertolongan segera di RS
3.    Terpaksa menikah diusia muda
    Tekanan ekonomi, dorongan orang tua agar lepas dari beban keluarga

4.    Tingkat pendidikan yang belum merata dan masih rendah
    Informasi tentang kesehatan reproduksi sangat terbatas
Melibatkan wanita dalam pengambilan keputusan bertujuan agar banyak ditemui permasalahan – permasalahan, oleh karena itu dalam pengambilan keputusan dan tindakan, wanita yang bersangkutan diikutsertakan, karena wanita memiliki wewenang untuk memberikan informasi kesehatan, gambarantindakan yang akan dilakukan.
Faktor penentu ketimpangan gender dalam kesehatan reproduksi: Pengetahuan dan keterampilan,budaya dan prakteknya, ketersediaan fasilitas pelanyanan kesehatan

2.5.2    Cara Melibatkan Wanita dalam Mengambil Keputusan
Cara melibatkan wanita dalam pengambilan keptusan diantaranya yakni:
1.    Memberikan informasi yang selengkap – lengkapnya tentang permasalahan sesuai kebutuhan
2.    Memberikan pandangan – pandangan tentang akibat dari keputusan apapun yang akan diambilnya.
3.    Meyakinkan ibu utk bertanggung jawab terhadap keputusan yang akan diambilnya.
4.    Pastikan bahwa keputusan yang diambil ibu adalah yang terbaik
5.    Memberi dukungan pada ibu atas keputusan yang diambilnya.

BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Tujuan program kesehatan reproduksi remaja: untuk membantu remaja agar memahami dan menyadari ilmu tersebut, sehingga memiliki sikap dan perilaku sehat dan bertanggung jawab kaitannya dengan masalah kehidupan reproduksi.
Tujuan program kesehatan reproduksi remaja: untuk membantu remaja agar memahami dan menyadari ilmu tersebut, sehingga memiliki sikap dan perilaku sehat dan bertanggung jawab kaitannya dengan masalah kehidupan reproduksi.
Membahas ruang lingkup kesehatan reproduksi, menggunakan pendekatan siklus hidup. Karena kebutuhan penanganan sistem reproduksi terjadi pada setiap fase kehidupan, apabila tidak ditangani dengan baik maka akan berakibat buruk bagi masa kehidupan selanjutnya.
Pembinaan kesehatan reproduksi pada remaja, berupa pembekalan ilmu pengetahuan diantaranya:
    Perkembangan fisik, kejiwaan dan kematangan seksual remaja
    Proses reproduksi yang bertanggung jawab
    Pergaulan yang sehat antara remaja laki-laki dan perempuan
    Persiapan pra nikah
    Kehamilan dan persalinan, serta cara pencegahannya

Cara melibatkan wanita dalam pengambilan keptusan diantaranya yakni:
1.    Memberikan informasi yang selengkap – lengkapnya tentang permasalahan sesuai kebutuhan
2.    Memberikan pandangan – pandangan tentang akibat dari keputusan apapun yang akan diambilnya.
3.    Meyakinkan ibu utk bertanggung jawab terhadap keputusan yang akan diambilnya.
4.    Pastikan bahwa keputusan yang diambil ibu adalah yang terbaik
5.    Memberi dukungan pada ibu atas keputusan yang diambilnya.

3.2 Saran
Tak ada gading yang tak retak yang artinya tak ada sesuatu hal yang sempurna di dunia ini. Begitu pula saya menyadari bahwa makalah yang kami buat masih memiliki kelemahan dan kekurangan. Oleh sebab itu saya menerima segala kritik yang membangun dari para pembaca demi sempurnanya makalah ini. Selain itu hendaknya mahasiswa lebih memaksimalkan diri dalam memahami indera penglihatan dan indera penciuman. Semoga makalah ini bermanfaat dan menambah wawasan para pembaca khususnya mahasiswa kebidanan.

DAFTAR PUSTAKA

Bagus, Ida. 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta : Arcan.

http://www.slideboom.com/presentations/93681/asuhan-kesehatanreproduksi-remaja

  1. Stacey Dash says:

    I like the theme on the blog. Is it downloadable anywhere?

  2. Awesome article! I just added it to my favorites.

  3. Do you mind if I quote a few of your posts as long as I provide credit and sources back to your blog? My website is in the very same niche as yours and my visitors would truly benefit from some of the information you provide here. Please let me know if this alright with you. Cheers!

  4. You made some nice points there. I did a search on the subject and found most individuals will approve with your blog.

  5. Tena Kovar says:

    I’m not sure exactly why but this blog is loading very slow for me. Is anyone else having this problem or is it a issue on my end? I’ll check back later and see if the problem still exists.

  6. There are certainly plenty of particulars like that to take into consideration. That could be a nice point to carry up. I supply the thoughts above as common inspiration but clearly there are questions like the one you bring up where a very powerful thing will probably be working in honest good faith. I don?t know if best practices have emerged round issues like that, but I’m positive that your job is clearly identified as a fair game. Both boys and girls really feel the impact of only a second’s pleasure, for the rest of their lives.

  7. Great weblog right here! Additionally your website rather a lot up very fast! What web host are you the use of? Can I get your affiliate hyperlink on your host? I desire my website loaded up as fast as yours lol

  8. Hello! Would you mind if I share your blog with my facebook group? There’s a lot of folks that I think would really enjoy your content. Please let me know. Thanks

  9. Pretty great post. I just stumbled upon your weblog and wanted to mention that I have really loved surfing around your blog posts. In any case I’ll be subscribing to your feed and I hope you write once more very soon!

  10. I love your blog.. very nice colors & theme. Did you create this website yourself or did you hire someone to do it for you? Plz answer back as I’m looking to design my own blog and would like to find out where u got this from. many thanks